Penyakit Pendaki Gunung, Jenis Dan Cara Penanganan
Mendaki gunung menyenangkan, tapi kalian jangan sampai lupa kondisi badan dalam kegiatan alam bebas. Karena penyakit yang jarang kita temui di sekitar kita, tapi mudah kita temui dan alami dalam pendakian gunung. Misalnya suhu yang tinggi bisa menyebabkan sakit kelainan panas, yang bisa di bedakan menjadi 3 macam.
1. Heat Cramps Heat Cramps ( Kram Karena Panas ) adalah kejang otot
hebat akibat keringat berlebihan, yang terjadi selama melakukan
aktivitas pada cuaca yang sangat panas.
Heat cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam ( termasuk natrium, kalium dan magnesium ) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat. Jika tidak segera diatasi, Heat Cramps bisa menyebabkan Heat Exhaustion.
Heat cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam ( termasuk natrium, kalium dan magnesium ) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat. Jika tidak segera diatasi, Heat Cramps bisa menyebabkan Heat Exhaustion.
Gejalanya :
- Kram yang tiba – tiba mulai timbul di tangan, betis atau kaki.
- Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk dikendurkan, terasa sangat nyeri.
- Kram yang tiba – tiba mulai timbul di tangan, betis atau kaki.
- Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk dikendurkan, terasa sangat nyeri.
Penanganannya :
- Dengan meminum atau memakan minuman / makanan yang mengandung garam.
2. Heat Exhaustion Heat Exhaustion ( Kelelahan Karena Panas ) adalah
suatu keadaan yang terjadi akibat terkena /terpapar panas selama berjam –
jam, dimana hilangnya banyak cairan karena berkeringat menyebabkan
kelelahan, tekanan darah rendah dan kadang pingsan.
Jika tidak segera diatasi, Heat Exhaustion bisa menyebabkan Heat Stroke.
Jika tidak segera diatasi, Heat Exhaustion bisa menyebabkan Heat Stroke.
Gejalanya :
- Kelelahan.
- Kecemasan yang meningkat, serta badan basah kuyup karena berkeringat.
- Jika berdiri, penderita akan merasa pusing karena darah terkumpul di dalam pembuluh darah tungkai, yang melebar akibat panas.
- Denyut jantung menjadi lambat dan lemah.
- Kulit menjadi dingin, pucat dan lembab.
- Penderita menjadi linglung / bingung terkadang pingsan.
- Kelelahan.
- Kecemasan yang meningkat, serta badan basah kuyup karena berkeringat.
- Jika berdiri, penderita akan merasa pusing karena darah terkumpul di dalam pembuluh darah tungkai, yang melebar akibat panas.
- Denyut jantung menjadi lambat dan lemah.
- Kulit menjadi dingin, pucat dan lembab.
- Penderita menjadi linglung / bingung terkadang pingsan.
Penanganannya :
- Istirahat didaerah yang teduh.
- Berikan minuman yang mengandung elektrolit.
3. Heat Stroke adalah suatu keadaan yang bisa berakibat fatal, yang terjadi
akibat terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita
tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu
tubuhnya. Jika tidak segera diobati, Heat Stroke bisa menyebabkan
kerusakan yang permanen atau kematian. Suhu 41° Celsius adalah sangat
serius, 1 derajat diatasnya seringkali berakibat fatal.
Kerusakan permanen pada organ dalam, misalnya otak bisa segera terjadi dan sering berakhir dengan kematian.
Kerusakan permanen pada organ dalam, misalnya otak bisa segera terjadi dan sering berakhir dengan kematian.
Gejalanya :
- Sakit kepala.
- Perasaan berputar ( vertigo ).
- Kulit teraba panas, tampak merah dan biasanya kering.
- Denyut jantung meningkat dan bisa mencapai 160-180 kali/menit ( normal 60-100 kali / menit ).
- Laju pernafasan juga biasanya meningkat, tetapi tekanan darah jarang berubah.
- Suhu tubuh meningkat sampai 40 – 41° Celsius, menyebabkan perasaan seperti terbakar.
- Penderita bisa mengalami disorientasi ( bingung ) dan bisa mengalami penurunan kesadaran atau kejang.
- Sakit kepala.
- Perasaan berputar ( vertigo ).
- Kulit teraba panas, tampak merah dan biasanya kering.
- Denyut jantung meningkat dan bisa mencapai 160-180 kali/menit ( normal 60-100 kali / menit ).
- Laju pernafasan juga biasanya meningkat, tetapi tekanan darah jarang berubah.
- Suhu tubuh meningkat sampai 40 – 41° Celsius, menyebabkan perasaan seperti terbakar.
- Penderita bisa mengalami disorientasi ( bingung ) dan bisa mengalami penurunan kesadaran atau kejang.
Penanganannya :
- Pindahkan korban dengan segera ketempat yang sejuk, buka seluruh baju luarnya.
- Bungkus korban dengan selimut yang sejuk dan basah. Usahakan agar selimut tetap basah. Dinginkan korban hingga suhunya mencapai 380 Celcius.
- Saat temperatur mencapai 380 celcius, ganti selimut basah dengan yang kering, lanjutkan perawatan pada korban secara hati – hati.
Dan ada juga penyakit yang lazim di alami dalam kegiatan pendakian gunung. Yakni:
Mountain Sickness ( Penyakit Gunung )
Penyebab utamanya adalah penurunan kadar oksigen didalam darah karena berada diketinggian tertentu.
Penyebab utamanya adalah penurunan kadar oksigen didalam darah karena berada diketinggian tertentu.
Faktor yang bisa menjadi penyebabnya
adalah :
- Kurangnya aklimatisasi ( proses penyesuaian dua kondisi lingkungan yang berbeda ).
- Pergerakan mencapai ketinggian tertentu yang terlalu cepat.
- Kurangnya aklimatisasi ( proses penyesuaian dua kondisi lingkungan yang berbeda ).
- Pergerakan mencapai ketinggian tertentu yang terlalu cepat.
Gejala mountain sickness antara lain :
- Pusing.
- Nafas sesak.
- Tidak nafsu makan.
- Mual terkadang muntah.
- Badan terasa lemas, lesu, malas.
- Jantung berdenyut lebih cepat.
- Penderita sukar tidur.
- Muka pucat, kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.
- Pusing.
- Nafas sesak.
- Tidak nafsu makan.
- Mual terkadang muntah.
- Badan terasa lemas, lesu, malas.
- Jantung berdenyut lebih cepat.
- Penderita sukar tidur.
- Muka pucat, kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.
Penanganannya :
- Beristirahat yang cukup, pada umumnya gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat selama 24 s/d 48 jam.
- Jika kondisi tidak membaik turunkan si-penderita dari ketinggian tersebut, sekitar 500 s/d 600 meter.
- Beristirahat yang cukup, pada umumnya gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat selama 24 s/d 48 jam.
- Jika kondisi tidak membaik turunkan si-penderita dari ketinggian tersebut, sekitar 500 s/d 600 meter.
Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu tubuh kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefenisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35° C. Tubuh manusia bisa mengatur suhu pada termonetral, yaitu antara 36,5-37,5° C. Di luar suhu tersebut, respons tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeibangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.
- Menggigil.
- Dingin, pucat, kulit kering.
- Berhayal yang tidak-tidak seperti kesurupan, bahkan sampai melepas seluruh pakaiannya.
- Jatuh kesadaran.
- Bernapas pelan dan pendek.
- Denyut nadi yang pelan dan melemah.
Penanganannya :
- Cari perlindungan dari kondisi lingkungan yang dingin dan terpaan angin, misal membuat Tenda atau Bicav .
- Lepaskan semua pakaian yang basah dan ganti dengan pakaian kering.
- Selimuti korban dengan selimut atau sleeping bag kering dan sudah di hangatkan. Atau jika ada safety blangket yang diseliputi dengan aluminium.
- Baringkan korban dan hindarkan kontak langsung dengan tanah.
- Jangan biarkan penderita tertidur yang berakibat hilang kesadarannya. Karena bisa menyebabkan kematian, karena tubuh penderita akan sangat sulit mengatur suhu tubuh saat tertidur.
- Beri penderita makanan / minuman hangat dan mengandung hidrat arang. Jangan berikan minuman ber – alkohol dan Rokok.
-Jika penderita makin parah, suhu tubuh orang lain juga bagus untuk membatu menghangatkan pederita, suruh seseorang melepas seluruh pakaiannya, dan lepaskan juga seluruh pakaian penderitan satukan mereka dalam satu sleeping bag atau selimut dalam keadaan saling berpelukan.
- Evakuasi secepatnya ke rumah sakit jika kondisi tidak membaik
Batik Pekalongan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar